Friday, September 11, 2015

Part 1. Periksa Kehamilan Istri


Setelah beberapa hari istri terlambat datang haid, dengan harap-harap cemas tepatnya tanggal 11 September 2015, saya dan istri periksa kandungan ke dokter di sebuah rumah sakit di kota malang. Malam setelah maghrib kami bedua mengendarai sepeda motor berangkat ke rumah sakit, dalam perjalanan saya berharap semoga kehamilan ini diberi kesehatan kepada istri dan kandungannya. Kalau boleh jujur sebenarnya malah saya yang trauma ketika di kehamilan pertama istri saya mengalami keguguran, begitu terasa sakitnya istri menahan sakit saat itu. Namun dengan Bismillah semoga kehamilan yang kedua ini Allah memberikan kesehatan dan kelancaran buat keduanya. Aamiin

Setengah jam perjalanan sampailah saya di rumah sakit, setelah mendaftar dan mendapat nomor antrian 8 maka kami menunggu di ruang tunggu sambil termenung menerawang jauh dengan angan-angan kami masing-masing entah apa yang dipikirkan istri namun saya optimis semoga kami sudah dipercaya Allah SWT. 


Tepat pukul 19.00 WIB Dokter pun datang dengan melempar senyum kepada semua pasien yang sudah menunggu, Dokter Aida namanya. Antrian mulai berjalan satu persatu pasien mulai keluar masuk dan sampailah urutan nomor 8 yaitu urutan mama, dengan Bismillah saya ikut masuk ke ruang periksa.

Percakapan antara kami dengan Dokter Aida pun dimulai, tentang keguguran yang pernah dialami dan ada keluhan apa tidak selama terlambat haid kali ini. Dan yang dialami istri kali ini badan sering terasa lemas dan mudah capek, lalu kata dokter ternyata tidak apa-apa. Setelah selesai tanya jawab lalu istri di USG untuk mengetahui bagaimana kondisi kandungannya. Kondisi saat itu dinding rahim sudah mulai membentuk ketebalannya namun untuk janinnya masih sangat kecil sekali ukurannya. Dokter Aida pun tidak berani mengambil kesimpulan apa-apa dengan memberi tenggat waktu 2 minggu lagi untuk diperiksa kembali bagaimana perkembangannya, pesan dokter harus banyak istirahat karena janin masih dalam masa-masa pertumbuhan, dengan dikasih resep vitamin yang harus diminum 2 x Sehari 1 tablet.

Pukul 21.00 tepat kami selesai periksa sekaligus konsultasi, kami pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit dengan pandangan kosong, saya terhentak dan tersadar bahwa saya harus memberi semangat pada istri agar tetap tegar, kuat dan optimis bahwa Tuhan akan percaya kepada kita dan memberikan keturunan yang sudah kita idam-idamkan. Istri pun kembali ceria dengan penuh keteguhan dan kemantapan hati berpikir positif untuk kehamilan yang kedua ini.

Pengalaman yang saya dapat:
  1. Segera periksakan istri jika sudah ada tanda-tanda kehamilan
  2. Apabila istri pernah mengalami keguguran, lebih baik periksakan dan konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk program kehamilan selanjutnya.
  3. Kita harus tetap optimis bahwa Tuhan tahu yang terbaik untuk kita

No comments:

Post a Comment